Rumah Faye

rumah faye
merupakan bagian dari

EnglishIndonesia

Yang muda, yang berkarya.

Bagi kita yang berdomisili di Jakarta tentu sudah tidak asing lagi dengan mall-mall besar yang bertumbuh pesat di kota yang tidak pernah tidur ini. Di mall-mall itu terjadilah perputaran roda perekonomian Indonesia. Dari situ, berbagai macam produk mulai dari pakaian, perlengkapan rumah, sampai beraneka ragam makanan dijajakan. Kali ini Rumah Faye ingin berbagi cerita tentang sosok perempuan muda yang juga ikut berkontribusi mengembangkan perekonomian di Indonesia.

Miss Michelle, begitu ia akrab dipanggil oleh para karyawannya. Gadis cantik bernama lengkap Michelle Wijaya ini adalah pendiri  kafe Shirokuma pertama di Indonesia. Ia memulai bisnisnya di usia yang sangat muda yaitu 24 tahun. Umur dimana kebanyakan dari anak-anak muda lebih suka mengikuti arus budaya kekinian dan sangat konsumtif. Namun Michelle berbeda, ia justru menggunakan masa mudanya untuk berkarya. Shirokuma sendiri adalah ide yang ia kembangkan yang dilatarbelakangi ketika ia berlibur ke Jepang. Selama ia berlibur ia habiskan waktunya untuk mencoba berbagai es krim khas Jepang. Sampai akhirnya ia ingin memiliki toko es krimnya sendiri sekembalinya ia ke Indonesia. Lalu, lahirlah Shirokuma. Sekarang ia telah  memiliki delapan cabang yang tersebar di Jakarta, salah satunya berlokasi di Grand Indonesia, West Mall Lt. 3A. Selain terus mengembangkan menu dan cita rasa es krimnya, Michelle juga telah berhasil membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

Es krim dan harapan bagi anak-anak korban trafficking dan prostitusi di Indonesia.

Sudah seharusnya apa yang kita dapatkan kita berikan kembali ke orang-orang yang membutuhkan. Hal inilah yang coba dilakukan oleh Shirokuma dan direalisasikan ke dalam sebuat project bersama Rumah Faye. Di bulan Februari 2017, Michelle ingin melakukan hal yang berbeda dalam menyambut Hari Kasih Sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari. Jauh sebelum ini, ternayata Michelle pernah hadir di acara yang juga dihadari oleh Faye. Pada saat itu Faye diundang sebagai speaker dan Faye membawa isu perdagangan dan prostitusi anak. Seperti kata sebuah pepatah, “gayung bersambut, kata berjawab”. Michelle akhirnya mengajak Rumah Faye bekerjasama menggalang dana untuk korban-korban perdagangan dan prostitusi anak dan juga program-program yang dijalankan oleh Rumah Faye. Dengan senang hati Rumah Faye menerima tawaran ini dan akhirnya tercetuslah tema “Shirokuma Loves Rumah Faye”. Di bulan Februari Shirokuma akan mendonasikan sebesar Rp 1.000 dari setiap menu spesial yang dipesan oleh konsumen. Lebih dari itu, Shirokuma telah menyiapkan lembaran origami di semua cabang Shirokuma. Satu lembar origami ini seharga Rp 1.000 dan  Shirokuma akan mengajak para pengunjung untuk membuat origami berbentuk hati, menuliskan pesan cinta, dan menempelnya pada dinding yang telah disediakan. Setiap origami hati seharga Rp 1.000 ini akan didonasikan ke Rumah Faye.

Mungkin, para korban yang sekarang masih dalam keadaan bahaya tidak dapat mencicipi es krim enak Shirokuma secara langsung. Tetapi, kita bisa. Kita bisa menikmati menu yang ada di Shirokuma sekaligus membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Satu es krim Shirokuma dan menu lainnya akan memberi harapan baru bagi para korban perdagangan dan prostiusi anak di Indonesia. Mari terus lakukan sesuatu. Save our children!

Rumah Faye dan Shirokuma