Rumah Faye

rumah faye
merupakan bagian dari

EnglishIndonesia

Wy Not Start Now?

 

Ketika kita berbicara tentang issue, apakah yang terlintas dipikiran kita? Hal yang paling mendekati kata itu adalah masalah.

Selama kita masih hidup tentu kita akan dihadapkan dengan berbagai macam masalah. Masalah bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Namun, sering kita lupa bahwa pikiran kitalah yang mengendalikan semua cara kita memandang hidup. Apakah kita akan melihat masalah sebagai masalah atau sebagai peluang? Peluang untuk memperbaiki, untuk bebenah diri.

Hal inilah yang coba diangkat oleh murid-murid SPH Karawaci, Tangerang. Dalam acara yang mereka organize sendiri yaitu GINDO SPH 2017, para murid mengajak kawula muda untuk mau melihat masalah menjadi peluang. Usia yang masih muda bukanlah halangan melainkan kekuatan.

Acara yang diadakan selama dua hari ini yaitu 1-2 April 2017, diikuti lebih kurang 400 peserta usia 14-19 tahun. Selain itu, acara yang menyuguhkan konferensi bertemakan “Why Not Start Now” ini mengundang deretan pembicara luar biasa seperti Luhut Pandjaitan (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia), Basuki Tjahaja Purnama (Gurbenur DKI Jakarta), Andreas Nawawi (Direktur PT. Paramount Land), Mochtar Riady (Pendiri Lippo Group), Martin Anugerah (Pendiri Cameo Project), Davin (Pendiri E-tani), dan Faye Simanjuntak (Pendiri Rumah Faye).

Setiap pembicara diberikan waktu sebanyak 20 menit untuk meyulutkan semangat mereka kepada seluruh peserta yang hadir. Faye (14), diberi kesempatan menjadi pembicara pertama dan satu-satunya pembicara perempuan di event GINDO SPH kali ini.

STOP LIVING IN YOUR BUBLE

Faye dalam pidatonya mengajak para anak muda untuk mengambil bagian akan solusi issue global. Faye telah mengambil actionnya melalui NGO yang ia dirikan bersama para staffnya. Faye dengan semangatnya yaitu memberantas kekerasan dan perdagangan pada anak berharap semua peserta yang hadir sadar bahwa kita sudah terlalu lama hidup di dalam dunia dan kenyamanan kita sendiri. Di luar sana banyak sekali anak Indonesia yang berada dalam bahaya. Faye menambahkan, kita tidak bisa menunggu pemerintah menyelesaikan semuanya. Berhentilah menunggu dan mulailah berbuat sesuatu.

“Banyak yang tidak tahu bahwa negara kita dalam keadaan darurat akan jaminan keamanan hidup anak-anak. Terlebih lagi, banyak anak Indonesia yang tidak mengetahui hak-hak dasar mereka sebagai anak”, kata Faye dalam pidatonya.

RUMAH FAYE DAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDG)

Sustainable Development Goals seperti yang kita ketahui bersama adalah sebuah gerakan global untuk memberantas permasalahan dunia termasuk di dalamnya tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, dan beberapa goals lainnya. Ada 17 goals yang ingin dicapai, Rumah Faye sendiri mendukung program global ini di poin 5 dan 16 yaitu kesetaraan gender pada poin 5 dan menguatkan masyarakat yang inklusif dan damai untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses keadilan untuk semua, dan membangun kelembagaan yang efektif, akuntabel, dan inklusif di semua tingkatan pada poin 16.

SDG dengan tagline nya yaitu “no one left behind” berharap agar 17 goals ini dapat tercapai di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. Rumah Faye dalam hal ini, terus mengkampanyekan SDG dalam setiap kesempatan yang ada. Rumah Faye ingin anak muda Indonesia berperdan aktif dan memiliki inisiatif untuk menjadi bagian dalam mencapai SDG ini. Rumah Faye sudah dan terus berupaya, bagaimana dengan kamu? 

GINDO 2017